Kupas Tuntas Tentang Nyamuk DBD dan Penyakitnya

Kasus Nyamuk DBD

nyamuk DBD

Kasus demam berdarah masih banyak dan masih tinggi angka di setiap daerah di Indonesia. Ada raturan ribu kasus DBD setiap tahunnya dan akan meningkat disaat musim hujan. Saat musim hujan  akan berkembang biak lebih banyak dibandingkan dengan musim lainnya yang ada di Indonesia.

“Apa itu DBD?”

DBD singkatan dari Demam Berdarah Dengue yang merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama dengue. Virus ini dibawa oleh nyamuk jenis aedes aegypti dan penularannya melalui gigitannya. Selain nyamuk jenis aedes aegypti ada nyamuk jenis lain yang membawa virus dengue yaitu nyamuk jenis aedes albopitus.

Virus dengue dibagi menjadi dua famili yaitu flaviviridae dan flavivirus.  Kedua famili ini terbagi lagi menjadi 4 bagian serotipe yaitu DEN-1, Den-2 dan Den-4.

Jika seseorang diserang virus dengue maka ada tanda – tanda yang muncul pada hari ke-3 hingga hari ke-5 setelah terinfeksi. Biasanya tanda tersebut seperti demam, kurangnya nafsu makan, sakit kepala, mual dan gangguan saluran pencernaan. Deman yang terjadi pada seseorang yang terinfeksi virus DBD akan muncul secara tiba-tiba dan suhu tubuh menjadi meningkat. Kondisi ini akan berlangsung selama 3 – 5 hari.

Secara umum, setelah ada indikasi demam akan disertai dengan gejala lain seperti pegal – pegal di daerah sendi bagian lutut dan lengan. Virus DBD ini cukup membahayakan bagi manusia, jika tidak ditangani dengan baik dan benar. Sebab, saat demam dan diberi obat penurun panas, belum tentu demam di tubuh akan turun malah akan naik. Soalnya,  virus ini memiliki fase yang tidak bisa dihindari, biasanya lewat dari 5 hari demam akan perlahan turun. Tetapi jangan sepelekan fase ini, karena fase ini bukannya masa penyembuhan, malah sebaliknya fase ini merupakan puncak terparah dari penyakit ini, karena sistem kekebalan tubuh akan turun di titik terendah.

Mekanisme Virus Dengue

Virus dengue ini akan masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan reaksi imunitas yang berupa terjadinya agregasi atau penurunan pada sistem kekebalan tubuh (trombosit). Saat terjangkit virus DBD ini, penurunan trombosit menyebabkan pendarahan karena trombosit sangat berperan penting dalam proses aliran darah.

Trombosit ini berfungsi membekukan luka akibat gesekan pada dinding pembuluh darah yang terjadi saat proses pengaliran darah. Jika trombosit menurun, otomatis luka akibat gesekan  tidak akan bisa tertutupi. Akibatnya, cairan darah akan keluar terus menerus dari pembuluh darah sehingga terjadi pendarahan berupa mimisan dan bintik – bintik merah pada tubuh. Jika kondisi tidak dapat penanganan serius maka akan terjadi komplikasi berupa pendarahan yang hebat dan kebocoran pada sistem pencernaan.

Kebocoran yang dimaksud merupakan kehilangan cairan atau dehidrasi, ini menjadi penanganan serius yang bisa mengakibatkan kematian. Untuk penanganan ini memerlukan terapi cairan atau asupan cairan yang lebih banyak dibutuhkan agar bisa mengatasi kebocoran cairan akibat menurunnya trombosit. Selain itu tambahan transfusi trombrosit sangat diperlukan jika sudah relatif parah.

Diagnosis

Diagnosis dari penyakit DBD ini bisa dilakukan setelah 3 hari saat demam mulai dirasakan. Karena kadar trombosit pada tubuh saat itu masih terlihat normal pada hari pertama sampai hari ketiga. Pada saat itu untuk mengidentifikasi bahwa ini penyakit DBD sangat sulit disimpulkan. Setelah 3 hari demam berlangsung dan masih di rasakan di hari keempat dan kelima, harus ada pemeriksaan laboratorium untuk menentukan hasil yang akurat. Karena pada saat itu kadar trombosit mulai terlihat menurun.

Faktor risiko dan Pencegahannya

Nyamuk DBD bisa ada disekitar lingkungan rumah Anda merupakan faktor utama penularan virus DBD. Menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah paling preventif atau paling utama untuk memutus rantai penularan virus dengue ini.

Faktanya, nyamuk aedes aegypti ini senang berkembang biak di air bersih dan bukan air yang kotor. Biasanya mengincar bak mandi, tempat penampungan air dan genangan air. Sebaiknya Anda menutup semua tempat penampungan air agar nyamuk DBD tidak bisa berkembang biak, jika sudah ada jentik nyamuk sebaiknya Anda buang air tersebut dan ganti dengan air yang baru.

Selain kebersihan lingkungan rumah, imunitas juga harus dijaga karena berperan penting untuk mencegah virus berkembang di dalam tubuh dan terhindar dari infeksi penyakit DBD. Cara yang mudah untuk menjaga sistem kekebalan tubuh atas imunitas yaitu makan makanan yang bergizi, banyak minum air putih dan juga olah raga yang cukup.

Selain itu, penyemprotan nyamuk juga bisa dilakukan untuk membasmi perkembangbiakannya. Gunakan jasa fogging nyamuk yang handal dan bisa membasmi nyamuk dengan tuntas.

Jika mencari jasa pest control yang profesional, bisa hubungi Haracare. Dengan pengalaman selama lebih dari 12 tahun mampu mengatasi masalah nyamuk di rumah Anda. Segera konsultasikan dengan marketing Haracare.

“Perlu jasa disinfektan untuk rumah, kantor, apartemen dan tempat lainnya, bisa hubungi haracare.com”